TeriAK

June 21, 2009

Mungkin dia memang terbiasa mudah di setiap urusannya,dilayani,diberi fasilitas memadai,dicukupi,,
Sempat juga berteman dgn orang2 yg kaya,barang2 mrk mahal,yg dihamburkan seringkali jumlhnya banyak.sering bergaul d tmpat ‘malam’ dan plg memilih pagi,bebas,tdk ada yg larang,tdk ada yg mengkhwatirkan mrk. pdhl kluarganya tdk suka dgn gaya hdup mewah..cukup tp sederhana,
Imbasnya?
Dia membndingkan,yg ia tdk punya dia minta k orang tuanya,yg tdnya tdk diizinkan,’dicuri dan diambil’nya diam2,teguran tdk dpedulikan..ia ingin bebas.
Slalu merasa dibeda2kan dr yg lain. dengan itu ia ‘tuntut’ keadilan

Pdhl satu2nya hal yang membedakan ia adlh rasa tdk bsyukur dan slalu mrasa tdk dpenuhi keinginannya.
Nyata2 dia bs lihat dgn mata kpalanya benda yg dia mau dia punya, mimpi yg ia mau diberi percuma.

Sdikit saja dituntut usaha, yg tidak bikin ia mati atau sekedar sesak napas, ia tidak mau. Biar org lain yg mengerjakan. ia terima beres. tlalu manja,sok tau,negatif,menganggap dunianyalah sebenar2nya dunia, membenarkan smua fikiran dan imajinasinya bahwa dialah sang korban.dia tdk peduli dan mau tau org lain yg menahan,yg sabar,yg nelangsa,susah,capek,sakit, dlm rangka mengabulkan angan2 yg ia anggap paling benar sedunia.

Selamat kalau begitu… kau orang paling beruntung yg aq tau namun di saat yg sama tdk pernah merasa cukup.hebat.

Semoga suatu saat nanti kau dewasa. dan merasakan pedih dr tiap air mata yg mrk keluarkan,org yg berjuang namun sedikit melihat hormatmu,hanya keluh dan keluh..

P U I S I

June 14, 2009

Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi

Semilir di pagi hari

Meriang jika siang

Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam
 
- Andrea Hirata . Maryamah Karpov :490.

Indahnya bukan main . : )

rumah pohon

June 3, 2009

jalan itu masih saja sama
pohon lebat di kiri kanan tanjakannya
yang dulu teduh payungi jejak kecil kita
namun lapangan itu tak lagi luas
dijajah habis rumah rapat tinggi

aku ingat
saat kaki mungilmu di ranting pohon rambutan tertinggi
saat pemukul kayuku melesatkan bola kasti kita tinggi
dan bibirnya menghitung 1 sampai 30
sementara sepuluh lain cari tempat sembunyi
ingat kau?
di malam hari asap kita bumbung tinggi tinggi
berpura-pura dalam hati kita semua sedang camping
belum lagi sepedamu yang kukayuh
raketku yang dia ayun
atau coklatnya yang kau makan
ingatkah?
dengan ular tangga, karet lompat
bola gebok, tak kadal
dengan congklak, bulutangkis
mandi hujan, dan petasan
atau tentang film Yoko
yang kita kejar selepas mengaji
es mambo yang kita jilat sambil duduk sambil berdiri.. sambil berlari..
luka di lutut yang buat kita menangis
lemparan di base terakhir yang jadi kemenangan manis
atau keliling komplek orang ramai-ramai di minggu pagi
Ya Allah aku rindu
rindu kalian semua
ingin kembali sebentar saja
anggap sakit di dada ini tak kerasa
semua ada hukumnya
kita berubah. pergi. berai
semua ada peran
yang tidak untuk selamanya.

Hanya

June 2, 2009

dulu aku deretan pohon di tengah hutan
bercabang, berakar, berdaun.
hanya sesuatu dari lainnya.
penebang memilihku.menjadikanku bahan baku..

ia ukur, ia potong, ia ukir.
ia ubah aku ke bentuk lain

aku terbentang
aku menghantar orang lain sampai di tujuan
aku diatas
aku melindungi orang dari rintik hujan
aku tegak dan terebah
aku melindungi mereka dari teriknya siang

kenapa aku selalu jadi jembatan
yang menghubungkan orang ke tujuannya
kenapa aku hanya jadi jembatan
tempat berteduh di saat ujian
sebentar saja..
sebelum mereka melanjutkan perjalanan
meraih tujuan.

dan aku terus merapuh
dimakan rayap dirintiki hujan
tak ada yang tinggal
semua sekejap sementara
sendirian tanpa menjadi tujuan
hanya jembatan.the-bridge-opening

Ini Elmo

May 31, 2009

Elmo

Elmo