Bukan sekedar panggilan
October 27, 2008
Bismillaahirrahmannirrahiim.
Sudah 4 tahun saya memakai jilbab, alhamdulillah… bersyukuuur banget, bisa ngerasain nyamannya terlindungi. Dilindungi Dia yang punya ini langit (dari yang pertama sampai yang ke-tujuh), ini bumi ( dari keraknya sampai atmosfer ) ditambah semua yang ada diantaranya. Karena saya yakin perintah itu datang dari Yang paling ngerti saya, lebih dari siapapun yang ngerasa ngerti saya, termasuk diri saya sendiri.
Dulu, jilbab saya masih yang sepundak.. seiring berjalannya waktu.. jilbab itu kian memanjang, sampai perut. bersamaan dengan makin sadarnya saya akan kewajiban saya.
Nah, yang sedikit mengganggu..
dulu, waktu jilbab saya gak sepanjang sekarang.. gak ada yang manggil saya ‘ukhti’ ( dalam bahasa arab artinya saudariku, muslimah).. atau saya dapat kata ganti ‘akhwat’ (saudara perempuan). Walau hal ini sepele.. tapi, di saya membekas. Sekarang, alhamdulillah temen-temen sudah menganggap saya salah satu akhwat di kampus. terkadang, dalam percakapan hangat saya dipanggil ukhti… tapi, kenapa? kenapa baru sekarang? kenapa tidak sedari dulu ya? sejak saya masuk kampus, bertemu dan kenal dengan para akhwat lainnya yang sering beraktivitas di mesjid atau organisasi rohani.. ya, minimal sejak mereka tahu saya muslimah, minimal saat saya sudah memakai jilbab berapapun panjangnya.
Hm,, jujur, dulu saya merasa ter’kotak’an, walau terkotakan atau tidak bukan menjadi alasan saya sewaktu memutuskan memakai jilbab, tapi sungguh, walau sedikit.. walau kecil.. tapi di dalam hati dulu saya menyayangkan kenapa saya tidak dipanggil dengan panggilan itu, panggilan yang lebih baik, karena memakai bahasa Arab, bahasa kaumku, kaum kami, kaum muslim. Karena sebenarnya diawal mahasiswa baru masuk kampus, sudah diadakan pengajian dan kajian-kajian islam untuk kita, dan disana sudah dikenalkan dengan istilah akhwat,ikhwan,ukhti,akhi.. jadi insyaAllah gak akan bingung jika dipanggil seperti itu.. bahkan senang, senyum malu di dalam hati jika aku dipanggil ukhti.. karena aku tau panggilan itu panggilan baik, panggilan khusus bagi saudari yang beragama islam.
Sebenarnya, hal itu dapat berpengaruh kepada psikis seseorang, saat dia dipanggil dengan sebuah panggilan.. secara kontinu, terus menerus, konsisten, itu akan membekas.. atau bahkan bisa menjadi doa, seperti halnya nama. Dan siapa tahu, dengan panggilan yang sederhana itu, namun jika diucapkan dengan ikhlas, diiringi senyum bersahabat.. dapat menjadi jalan dakwah tersendiri untuk saudara/i muslim/ah yang belum berjilbab, belum dalam mengenal islam, mengenal persaudaraan dalam islam. Agar dapat timbul dalam hati mereka walau hanya setitik dua titik, bahwa mereka bagian dari para akhwat atau ikhwan di sekolah, di kampus di kantoran.. tidak ada pembedaan dalam persaudaraan islam.. bahwa kita yang telah lebih dulu mengenal ingin segera mengajak saudara lain yang belum mengenal. Selama kau percaya bahwa Allah TuhanMu dan Muhammad RasulMu.. kau saudaraku….. . indah, ya ? ya… itulah Islam.
Menurutmu ??
Ah, semoga juga ini dapat menjadi renunganku.. mulai dari teman yang terdekat dulu.. mulai dari adik-adikku… mulai dari aku.
Doakan ya …..