Andai Dalai Lama tahu

October 28, 2008

Bismillaahirrahmannirrahiim.

Tibets

Setelah bolak-balik browsing, saya dapat sebuah artikel tentang kata-kata Bijak Dalai lama. Dalai lama adalah tokoh spiritual di Tibet sana. Saat membaca di tiap kutipan kata-katanya, saya merasa pernah mengenal inti yang sama dengan yang beliau bicarakan…  * tulisan miring merupakan kutipan dalai lama yang diambil dari sini, sisanya komentar saya ^^ *

Kebahagian tidak terjadi begitu saja. Itu muncul dari hasil perbuatan kita. >> Ya, memang.. Allah swt tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu mengubahnya. jadi kalau mau mendapatkan apa yang kita inginkan, kebahagiaan misalnya, kita harus mengusahakannya.

Jika Mampu, Tolong & Bantulah Orang Lain. Jika Tidak, Setidaknya jangan mencelakan orang lain. >> Hm, syaa kurang ingat gimana tepat bunyi hadistnya, tapi inti dari hadist itu tentang sedekah atau memberi sebagian hartanya kepada orang lain, yaitu saat Rasulullah saw ditanya seorang miskin yang ingin bersedekah, namun ia tidak memiliki harta sama sekali, maka minimal dengan tidak mencelakakan orang lain, maka itu juga termasuk sedekah.

Ingat !!! Tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, kadang2 adalah sebuah berkah. >> Allah menjawab doa hambaNya dengan 3 cara, mengabulkannya langsung karena itu baik bagi hambaNya, menunda atau mengabulkan doanya nanti di akhirat, ketiga menggantikannya dengan yang lebih baik.

Potensi seluruh manusia adalah sama. Perasaan kamu yang bilang ” Aku tidak berharga” adalah salah. Salah sama sekali. Kamu menipu dirimu sendiri. Kita semua memiliki kekuatan dalam batin kita, jadi apa yang kurang ? Jika kamu punya tekad, kamu dapat mengubah apapun. Kamu adalah guru bagi dirimu sendiri. >> Allah tidak pernah menimpakan kepada hambaNya suatu ujian atau cobaan yang hambaNya tak sanggup memikulnya.

Kita mesti menyadari, Penderitaan satu orang atau satu bangsa adalah Penderitaan bagi seluruh umat manusia. Kebahagiaan satu orang atau satu bangsa adalah Kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.  >> dalam hadist, Rasulullah bersabda.. Umat Muslim seharusnya bagaikan satu tubuh, jika satu bagian saja sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya, begitu juga muslim, jika satu orang muslim tersakiti maka selayaknya merasa sakitlah muslim yang lainnya.

Sebagaimana kita bisa hidup di zaman sekarang, maka kita mesti juga memikirkan generasi mendatang : Sebuah lingkungan yang bersih & sehat adalah layaknya seperti sebuah hak azasi. Merupakan tanggung jawab kita kepada generasi penerus untuk menjaga bumi, melestarikan lingkungan. >> Dalam Al-qur’an Allah swt telah memperingati manusia, agar tidak membuat kerusakan di bumi.

Menaklukkan diri sendiri adalah lebih baik dari pada menaklukkan ribuan musuh dalam peperangan. >> Rasulullah saw pernah bersabda, sesungguhnya jihad (perjuangan) terberat adalah melawan hawa nafsu diri sendiri.

Ada sebuah istilah di tibet, “Musibah seharusnya dimanfaatkan menjadi sumber kekuatan”. Tidak perduli seberapa kesulitan yang kita alami, betapa menyakitkkan keadaan tersebut, Jika kita sampai kehilangan harapan, maka itu benar-benar merupakan musibah. >> Allah pun sangat membenci hambaNya yang berputus asa / kehilangan harapan.

Al-qur’an dan hadist telah ada beribu-ribu tahun yang lalu, jauuuuuh sebelum Dalai lama dilahirkan. Dan pemikiran-pemikiran bijaknya Dalai lama ternyata telah tersebut dan termaktub dalam Al Qur’an dan hadist.. mungkin tidak Dalai lama saja, banyak pemikir lainnya yang inti pemikirannya telah termaktub juga dalam Al-Qur’an. Dan bahkan tidak hanya pemikiran manusia saja… tapi juga banyak hal-hal yang terjadi didunia seperti penciptaan manusia, ilmu astronomi, big Bang, terusan Suez, pertemuan arus hangat dan dingin di Jepang dan masih banyak peristiwa ilmiah lainnya yang telah termaktub di dalam Al-Qur’an yang tidak pernah diubah-ubah isinya sejak pertama ada di dunia, beribu-ribu tahun yang yang lalu.

Karena itu Al Qur’an dinamakan mukjizat. :)

Maaf jika terdapat kesalahan, correct me if i’m wrong.


Leave a Reply