Sahabat dari seberang pulau

November 8, 2008

Bismillaahirrahmanirrahiim

Hmm, teman,  gimana perasaan kamu kalau kamu punya teman jauh terpisah lautan? Gak usah jauh-jauh banget mikirnya.. cukup di pulau sebelah kamu tinggal aja. Dan gimana perasaan kamu kalau ada sahabat (bukan lawan jenis) yang ngebanggain kamu dan sayaaang banget sama kamu, hanya dengan membaca tulisanmu untuknya? .. Gimana perasaanmu, kalau sahabat itu belum pernah kamu sentuh sebelumnya.. kamu belum bertemu langsung dan menatap wajahnya lama?

Dan , bagaimana perasaanmu saat kau berencana menemuinya suatu saat.. namun beberapa hari setelahnya kau dengar kabar, bahwa sahabatmu telah tiada?

Dan kau merasa pertama kali kau benar-benar bersentuhan dengan dunianya, adalah saat pertama kali teman dekatnya menelfonmu, menanyakan apakah benar namamu Si Fulan, kau jawab iya.. dan tak lama ia berkata bahwa ia adalah teman dekat sahabatmu, sahabat yang selama ini kau kenal hanya lewat deretan tulisan di layar, dari cerita yang berbaris-baris dan berlembar-lembar.

Saat itu, jantungmu sedikit berdegup lebih cepat.. untuk tahu bahwa ternyata sahabatmu nyata, dan teman dekatnya benar-benar menghubungimu, suaranya sampai di telingamu.. saat itu otakmu berfikir dan hatimu berharap bahwa, sedetik-dua detik kemudian akan terdengar suaranya, sahabat jauh yang kau kenal selama ini.. yang kau tunggu-tunggu, yang selama ini kau ingin tahu..  detik itu senyummu jelas tergambar, menanti detik-detik berikutnya..

Tapi tidak, teman dekatnya menanyakan apakah kau Si Fulan hanya untuk memastikan, bahwa ia menyampaikan kabar ke orang yang tepat.. kabar bahwa sahabatmu telah tiada.

Dan disitulah posisiku siang itu, pada detik itu..

entah senyumku memudar atau tidak, rasanya iya.
Entah aku menggenangkan airmata atau tidak, rasanya iya.
Bibir ini kemudian tak banyak mengucap kata dengan teman dekatnya ?
Hati ini merindukannya tiba-tiba sekejap itu saja? rasanya iya…

Mengapa Dia tidak mengizinkanku menemuinya sebentar saja?
Atau memilikinya sebagai sahabat sedikit lebih lama?
Hm, itu pertanyaanku tak berapa lama setelah kuakhiri pembicaraan.
Tapi biar kutunggu saja jawabannya untukku..

Sekali lagi mungkin Engkau menegurku lewat sahabat tersayang, orang-orang terdekatku.
Kau bisa saja mengambil mereka kini, nanti, besok atau lusa.. Kau bisa saja mengambil mereka kemarin..
Kau bisa saja mengambilku kini, nanti, besok atau lusa.. Kau bisa saja mengambilku kemarin..
ah, aku yakin ya Allah, Kau sayang pada sahabatku, dan menghadiahkannya syurga.. tapi bagaimana dengan aku ?

P.A.L

November 8, 2008

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Kenapa malam ini semua lagu yang saya denger di radio temanya tentang ‘ditinggal seseorang’ ?

Aneh. seperti kompak menyamai perasaan saya hari ini.
Sugesti kah?

Ditinggal seseorang, siapapun dia, kenalan, teman, sahabat, keluarga… pasti ga enak. yang berbeda hanya tingkat sakitnya.

Gimanapun bentuknya, meninggal, pergi jauh, menjaga jarak. Tetap saja berpisah. yang berbeda hanya jauh jaraknya, dan tentu, rasa kehilangannya.

Malam ini, rasa itu cukup dalam.
Ah, sudah lah tak apa. tetes di pipi dapat di seka. Kalau yang di hati lain urusannya. :)

People always leave. there’s no other way but to face it.