Mungkin bukan karena doamu..

November 14, 2008

Alkisah, sebuah kapal yang sedang berlayar di laut hancur dan tenggelam akibat badai dahsyat. Dua penumpang pria berusaha menyelamatkan diri dan berenang ke pulang kosong. Keduanya tak tahu apa yang harus dilakukan, lalu berdoa kepada Tuhan. Untuk mengetahui doa siapa yang lebih kuat, keduanya sepakat membagi wilayah di antara mereka dan berada di pulau pada 2 sisi yang berlawanan.

Yang pertama mereka doakan adalah makanan. Pagi berikutnya, pria pertama melihat sebatang pohon berbuah lebat di wilayahnya, dan dia bisa makan buah itu. Di wilayah pria yang kedua, tanahnya tetap tandus.

Hari berlalu berganti minggu. Pria yang pertama kesepian dan memutuskan meminta seorang istri. Hari berikutnya, sebuah kapal lain tenggelam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang perempuan, yang lalu berenang ke wilayah pria pertama di pulau itu
Pria pertama segera berdoa minta rumah, baju dan lebih banyak makanan. Hari berikutnya, semua doanya dikabulkan. Pria yang kedua tetap tidak mendapatkan apa-apa.
Akhirnya, pria pertama lalu berdoa minta kapal agar dia dan istrinya bisa meninggalkan pulau itu. Pagi berikutnya, ia menemukan kapal di sisi pulaunya. Pria itupun segera naik ke kapal bersama istrinya dan memutuskan untuk meninggalkan pria kedua di pulau tersebut. Ia menganggap pria kedua tak pantas mendapat berkah dari Tuhan karena tak satupun doanya dikabulkan.berdoa
Ketika kapalnya akan meninggalkan pulau, pria pertama mendengar suara menggelegar dari langit.
“Mengapa Kamu meninggalkan rekanmu di pulau kosong itu?”
“Berkah ini milik saya sendiri karena saya berdoa untuk ini semua,” sahut pria pertama. “Sebaliknya, tak satupun dari doanya yang dikabulkan. Jadi, dia tak pantas mendapatkan apapun.”
“Kamu salah!” kata suara itu lagi. “Dia hanya mendoakan satu hal dan itu Saya kabulkan. Jika bukan karena dia, Kamu tak akan menerima berkah apa pun.”
“Katakan kepada Saya, apa yang dia doakan sehingga saya berhutang budi kepadanya?”
“Dia berdoa agar semua doamu dikabulkan.”

Kita hidup di dunia bersama dengan orang lain, bersama dengan keluarga, saudara , teman dan kerabat kita.. tidak sendiri.. Kadang, permohonan kita dikabulkan bukan karena doa kita sendiri, tapi karena doa orang lain, doa sahabat atau saudara, bahkan orang lain yang tidak kita kenal.. yang tanpa kita minta atau tahu mereka mendoakan. Pernahkah kau berdoa untuk mereka ??