Mainan barumu
December 12, 2008
Kau punya mainan baru. Teman dari sepimu. Pelintar sana sini, perintahkan duduk atau berdiri. Paksa ia berputar, menari. Kemudian dirimu tertawa, dari terbahak lalu geli sendiri. Usai kau usik dia, kau bungkusnya rapi. Buka laci, taruh di pojok sepi, tutup kembali.
Ya, itu mainan barumu. Yang kau lirik saat jenuh. hanya saat ingin lunturkan duka.
Mainan barumu kini melama. mungkin tidak usang, namun ia bosan kau acuhkan. Bosan menatapmu dari sudut laci. Sang Pembunuh Sepi, tidak lebih ?
Sekotak besar datang di depan pintu. Sekotak besar kesibukanmu. Sedetik ke depan tak ada 1 pun sel otakmu mengingatku. Mungkin nanti, saat jenuh itu harus dibunuh. Kau buka laci, menemukanku kembali.
Tenang, kau masih punya mainan, walau tak lagi baru. Aku, yang orang-orang sebut dengan kata ganti ‘temanmu’.